/* —( page defaults )— */ /* === Hide the NavBar === */ .Navbar { visibility:hidden; display: none; } /* === Hide the NavBar === */

27 Januari 2008

INdustrial Pelleting

1. Intake Semua bahan baku yang telah dipersiapkan dengan timbangan tepat dan lengkap dimasukkan mesin produksi melalui unit intake perBatch sesuai formula
2. Grinding Tahapan proses produksi untuk menghaluskan bahan baku menjadi bentuk tepung dengan tingkat kehalusan tertentu. Pada tahapan ini dilakukan pengukuran persen kehalusan hasil grinding, Apabila persen kehalusan tidak tercapai standard dilakukan penanganan bertahap
3. Mixing Proses pencampuran berbagai bahan pakan yang belum digrinding maupun bahan yang telah digrinding menjadi satu bahan yang homogen. Jenis mixer yang digunakan berupa mixer horizontal dan vertikal.Parameter yang diamati pada tahap ini adalah tingkat homogenitas bahan. Homogenitas menjadi penting karena sebagai salah satu penentu tingkat kelancaran proses dan keseragaman produk. Apabila homogenitas tidak tercapai perlu dipastikan mix timing sesuai standard.
4. Pelleting Proses pembentukan pellet dari berbagai campuran bahan yang telah halus dan homogen dengan cara dicetak dengan dies. Pencetakan disini harus memperhatikan kematangan dan gelatinasi sehingga perlu didukung steam (uap air panas) yang optimal (via direct steam dan indirect steam). Parameter yang diamati pada proses pelleting adalah perfomance fisik (potongan, aroma, warna), MC pra & post pellet, W/S (water stability); sedangkan data teknis pendukung berupa speed feeder, press steam, bukaan valve, press PRV, ampere suhu dan hygro. 5. Conditioning Conditioning adalah proses untuk lebih mematangkan pellet dan meningkatkan water stability dengan cara dikukus dalam conditioner. Target proses ini adalah pellet menjadi lebih matang Water stability harus diusahakan tercapai, apabila kurang perlu dilakukan upaya melakukan penahanan pellet diconditioner beberapa menit dengan menghidari terjadinya pakan overcook (gosong). Parameter yang diamati antara lain perfomance fisik pakan (aroma, warna, tekstur), M/C dan water stability (W/S) .
6. Cooling Proses mendinginkan pellet agar suhu pellet sama/mendekati suhu ruangan dengan menggunakan cooler. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan pellet bebas dari jamur sehingga komponen nutrisi tidak rusak dan umur/daya simpan pellet menjadi lebih lama.

8. SieveringYaitu tahapan proses produksi untuk memisahkan pellet/pakan agar terbebas dari pollutan berupa gumpalan dan debu. Pada sievering yang perlu diperhatikan adalah saringan dipasang sesuai dengan ukuran mesh dan tidak jebol.
9 . PAckingtahapan pengemasan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan

Tidak ada komentar: