/* —( page defaults )— */ /* === Hide the NavBar === */ .Navbar { visibility:hidden; display: none; } /* === Hide the NavBar === */
Tampilkan postingan dengan label Pakan Non Ruminansia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakan Non Ruminansia. Tampilkan semua postingan

04 November 2008

Kalkun


Kalkun adalah ternak yang masih jarang dibudidayakan. Pemeliharaan kalkun hanya sebagai kesenangan bagi pemeliharanya. Pakan yang diberikan biasanya sama dengan pakan yang dikonsumsi oleh unggas pada umumnya. Perlu adanya ransum khusus untuk kalkun dan komposisinya disesuaikan dengan kebutuhan kalkun. Pakan kalkun hampir sama dengan pakan unggas lainnya. Pakan yang yang diberikan harus memenuhi kriteria yaitu a). Ketersediaan bahan pakan harus cukup dalam waktu lama; b). Tidak bersaing dengan manusia; c). Tidak mengandung zat anti nutrisi atau racun yang dapat menghambat tujuan produksi.

Penggunaan bahan pakan yang mengandung zat anti nutrisi disesuaikan dengan batas pengggunaanya. Agar tidak mengganggu proses pencernaan dan penyerapan zat – zat pakan. Bahan pakan yang biasa digunakan terdiri dari jagung, gandum, tepung kedelai, tepung ikan, hijauan dan grit. Selain biji – bijian kalkun mampu mengkonsumsi hijauan. Kemampuan mengkonsumsi hijauan disebabkan sekum kalkun lebih berkembang dibanding dengan unggas lainnya.




Pemeliharaan kalkun untuk produksi daging sebaiknya dipisah antara jantan dan betina, karena jantan lebih banyak makan dan lebih aktif dalam perebutan pakan dengan betina. Hal ini akan mengganggu pertumbuhan kalkun betina serta pertumbuhan kalun jantan lebih cepat daripada betina

Kebutuhan nutrisi terpenting pada kalkun adalah keseimbangan protein dan energi. Kalkun membutuhkan protein lebih banyak daripada ayam broiler, terutama pada periode starter dan pertumbuhan. Kalkun betina mencapai dewasa kelamin lebih dini dibanding kalkun jantan. Pemberian ransum dengan kandungan energi tinggi dan rendah protein pada kalkun betina umur 16 minggu dan kalkun jantan umur 18 minggu lebih ekonomis dalam meningkatkan pertumbuhan).

Keseimbangan energi dan protein pada kalkun Umur 4 – 8 minggu dengan protein 22% & energi 2800,8-12 minggu dengan protein 19% & energi 3000, 12-20 minggu 14-16.5% protein dan 3100-3200. NR C. 1984
Ransum kalkun mengandung tambahan lemak 2 – 8%. Kelebihan lemak dan karbohidrat akan disimpan sebagai lemak tubuh. Sedangkan konsumen kurang menyukai daging yang berlemak

02 April 2008

Pembuatan Pakan Ayam

Biaya pembuatan pakan dalam usaha ternak yang tinggi sangat mempengaruhi kelangsungan usaha, terutama dalam peningkatan pendapatan yang diterima oleh peternak. Pembuatan pakan dengan berbagai macam bahan baku merupakan salah satu upaya untuk menekan biaya produksi.

Tahapan Penyusunan Pakan
Mengetahui kebutuhan pakan (nutrisi, waktu pemeliharaan, jml ayam, target2 produksi)
Mengetahui bahan pakan yang akan dipakai dan komposisi nutrisinya
Proses pembuatan pakan dengan didukung sarana yang memadai

KEBUTUHAN NUTRISI

Kebutuhan Nutrisi Ayam

Protein Kasar
18- 22 %
Lemak Kasar
5%
Serat Kasar
5%
Energi Met
2.700 – 3.000 KCl/kg



Target

Jml
200 ekor
Pemeliharaan
25 hari (± 4 minggu)
PBBH
950 gr,
Konversi
1,9
RC
1,2
Kelangsungan hidup
95%-98%

BAHAN BAKU
Penentuan bahan baku untuk pembuatan pakan harus memperhatikan
ü Jenis bahan baku yang akan digunakan
ü Murah harganya
ü Tidak bersaing dengan manusia
ü Mudah didapat
ü Kontinuitas (tersedian selama pmeliharaan)
ü Kandungan nutrisinya relative baik,

Ex Bahan baku
jagung, bekatul, dedak, tepung ikan dll
vitamin, mineral mix , Probiotik




Bahan Pakan
Protein (%)
Lemak (%)
Serat kasar (%)
BETN (%)
Tepung Ikan
46,67
4,05
4,69
21,51
Jagung
10,07
3,37
0,26
84,17
Dedak
9,61
10,03
14,24
52,61
Bekatul
14,10
15,10
12,80
15,10
Tepung Sagu
2,78
0,25
0,10
96,55
Tapioka
0,86
0,25
0,10
96,55
Ampas Tahu
24,81
17,99
8,87
41,61

PEMBUATAN PAKAN
a. Pengolahan Bahan Baku
Bahan baku yang berbentuk butiran atau berstektur kasar/berserat terlebih dahulu dihaluskan dalam bentuk tepung dengan cara digiling (grinding)
b. Pengeringan Bahan Baku
Pengeringaan dilakukan untuk mendapatkan dengan kadar air 11-13%..
c. Pembuatan
Berikut contoh formula yang sudah dibuat:
Bahan Baku
Komposisi/fase (%)

starter
Grower
Layer
Tepung ikan
24
20
17
Tepung Ampas Tahu
11
10
8
Tepung Jagung
31
31
32
Tepung Bekatul
26
26
26
Tepung Dedak
5
10
14
Vitamin Mix
2
2
2
Probiotik
1
1
1
Total
100
100
100
Protein kasar (%)
21,10
19,70
18,10
EM (KCal/kg)
2.871
2.844
2.772
Tahapan Pembuatan pakan antara lain sebagai berikut :
Penimbangan Bahan : Bahan yang siap diolah sebagai ditimbang sesuai takaran yang dibutuhkan untuk masing-masing jenis bahan dan fase perkembangan.
Pencampuran bahan : dimulai dari bahan yang konsentrasinya paling sedikit hingga konsentrasi paling banyak.diaduk hingga merata.
Pembuatan Pellet/butiran: Bahan yang telah dicampur secara merata lalu dibuat dalam bentuk pellet atau butiran dengan menggunakan mesin
Pembuat pellet: Pellet diperuntukkan bagi berumur 21 hari ke atas, sedangkan jenis butiran diperuntukkan1-21 hari
Pengeringan/pendinginan pakan jadi
Pengepakan dan Penyimpanan : Untuk menjaga kualitas pakan dikemas secara baik. Tempat penyimpanan iusahakan bebas dari hama dengan ruangan kering dan tidak lembab.
(Sumber: Bahan Makanan Unggas Indonesia, M Rasyaf; BPTP Sultra)

Kekurangan vitamin dan mineral pada unggas

Vitamin A: - keratinisasi pada kulit, gangguan integrasi
sistim saraaf, penurunan kekebalan, gejala
hypothyroidism, posporilasi terganggu
Vitamin D: terjadi gangguan absorbsi kalsium
(hipokalsemia), gangguan osteocalsin (pembentukan
protein tulang), menurunkan aktivitas pengikatan protein
di usus (intestinal protein binding), abnormalitas
pertumbuhan tulang kaki
Vitamin E: berperan sebagai antioksidan (dengan Se
sebagai kofaktor), subdermal eksudative, miopati di
lambung dan hati, infertile
Vitamin K: gangguan pembekuan darah, anemia,
osteocalsin
Vitamin B1: aktivitas beberapa enzim dekarboxilasi
terhambat
Vitamin B2: proses reduksi-oksidasi terganggu, gangguan
sistem saraf
Niacin: gangguan enzim untuk glikolisis, dermatitis,
rontok bulu
Biotin: gangguan kulit, kematian embrio
Vitamin B12: bulu tipis, kematian tinggi (karena luka di
lambung), mengakibatkan konsumsi protein meningkat
Mineral Kalsium dan Pospor : abnormalitas penulangan,
kerabang lembek
Mineral Magnesium : pertumbuhan terhambat, produksi
telur turun dan hiperiritasi otot-saraf
Mineral K, Na, Cl : pertumbuhan terhambat, kerabang
lembek, kematian
Mineral Fe (besi) : anemia