/* —( page defaults )— */ /* === Hide the NavBar === */ .Navbar { visibility:hidden; display: none; } /* === Hide the NavBar === */

03 Februari 2009


( KISAH SAHABAT DARI MUSI BANYUASIN, BANGGA SEBAGAI LULUSAN PETERNAKAN)

Ahmad adalah seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta dikota Semarang. Ia adalah seorang anak laki-laki dari tiga bersaudara anak pak Karta diseberang pulau sana. Setiap pagi Ahmad berangkat keladang/sawah bersama Bapak – Ibunya. Siang hari Ia kesekolah. Malam harinya selalu dihabiskan bersama sahabat-sahabatnya untuk menimba ilmu agama disebuah surau/mushola.
Begitulah kebiasaan Ahmad dimasa kecil. Setelah menyelesaikan studinya di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Ulum, Ahmad mempunyai niat untuk menimba ilmu yang lebih dari itu. Niatan itu disampaikan pada bapaknya yang juga seorang guru Bahasa Indonesia di Madrasah Tsanawiyah tersebut. Sebagai seorang yang berpendidikan orang tua Ahmad merespon niat tersebut dengan antusias dan mendukung sepenuhnya. Bahkan bapaknya memberikan banyak alternatif tentang sekolah yang dapat dimasukinya nanti. Ahmad memilih sekolah yang jauh dari orang tua. Itu diambil dengan alasan ingin mandiri dan mencoba untuk mencari pengalaman lain dinegeri orang.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun pun mulai bergantian. Tanpa terasa tiga tahun sudah Ahmad mencari pengalaman hidup dinegeri orang dengan menimba ilmu disebuah Maderasah Aliah Manahijul Huda yang jauh dari orang tua. Kini tamatlah sudah studinya dimadrasah tersebut.
Setelah mengikuti EBTANAS ia punya niatan untuk kuliah dibidang agribisnis yang natinya dapat digunakan untuk membangun masyarakat sekitarnya yang sebagian besar petani. Sebagai anak yang baik Ahmad tidak memaksakan kehendaknya untuk kuliah. Ahmad merasa orang tuanya tidak mungkin menuruti niatnya itu, karena ia tahu bahwa adiknya tahun ini juga akan masuk SMU, butuh ini butuh itu dan sebagainya. Perasaan itu selalu menghantui pikirannya. Suatu hari Ahmad menerima kabar gembira dari orang tuanya yang jauh disana. Surat itu (dari bapaknya), menerangkan bahwa Ahmad harus kuliah sesuai dengan minatnya. Ternyata sudah menjadi tekad orang tua Ahmad, bahwa semua anaknya nanti harus lulus dari perguruan tinggi sesuai dengan minatnya.


Betapa gembiranya Ahmad menerima kabar itu. Setelah mengetahui NEM hasil EBTANASnya ia bergegas ke Semarang untuk mencari perguruan tinggi sesuai dengan pilihan hatinya. Tes demi tes ia ikuti dengan bersungguh-sungguh diberbagai perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan dibidang agribisnis. Ahirnya diterimalah ia disebuah perguruan tinggi swasta program studi agribisnis sesuai niatnya dikota Semarang.
Seiring dengan berjalannya waktu, Ahmad hampir menyelesaikan studinya diperguruan tinggi swasta tersebut. Sekarang ia ingin mencari kerja supaya mendapat penghasilan sendiri sebelum lulus. Ia ingin ketika wisuda nanti dapat bersenang-senang bersama dengan teman seangkatan dengannya. Ahmad mendapat informasi dari temannya bahwa diperusahaan “MDM” (Masa Depan Maju) sedang membutuhkan karyawan. Berbekal info tersebut Ahmad melamar kerja yang sesuai dengan kemampuannya.

Tidak ada komentar: